Arara Art Jadi Sorotan di Gramedia Goes to Campus UC 2025 dengan Karya Kerajinan Tangan Bernilai Estetika Tinggi

28 Okt 2025

News Image

28 Oktober 2025 — Hari kedua Gramedia Goes to Campus UC 2025 kembali diramaikan oleh deretan UMKM kreatif yang memenuhi area Corepreneur Universitas Ciputra. Di tengah lebih dari 50 stand yang terdiri dari usaha mahasiswa, UKM kampus, dan pelaku UMKM dari berbagai daerah, salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Arara Art, brand kerajinan tangan yang mengusung konsep etnik modern dan handmade berkualitas premium.

News Image
Kerajinan tangan dari Arara Art (Sumber: UKM Balawarta)


Arara Art hadir dengan jajaran produk khasnya seperti bros manik-manik, aksesori etnik, hingga olahan kerang dan batok kelapa yang dirangkai menjadi karya artistik. Keunikan warna, detail, dan karakter desain membuat booth Arara Art menjadi salah satu titik yang paling sering didatangi di antara pengunjung Gramedia Goes to Campus.

Menghadirkan Cerita di Balik Setiap Karya

News Image

Saat ditemui UKM Balawarta, perwakilan Arara Art menceritakan bahwa setiap karya berawal dari inspirasi bahan yang tersedia—baik dari limbah kerang, manik-manik kaca, kawat tembaga, hingga bahan-bahan yang sering dianggap tidak memiliki nilai. Dari tangan kreatif inilah bahan-bahan tersebut disulap menjadi aksesoris yang elegan, unik, dan memiliki narasi visual tersendiri.

“Setiap karya itu harus punya rasa,” ujarnya. “Kami tidak hanya membuat aksesori, tapi juga menghadirkan cerita, nilai estetika, dan proses handmade yang benar-benar kami jaga dari awal sampai akhir.”

Berpegang pada prinsip kualitas, Arara Art menolak produksi massal. Semua produk dibuat satu per satu secara manual, menjadikannya sebagai karya yang tidak hanya fungsional tetapi juga artistik.

Menginspirasi Entrepreneur Muda UC

Kehadiran Arara Art dalam Gramedia Goes to Campus memberikan perspektif baru bagi mahasiswa Universitas Ciputra tentang bagaimana sebuah bisnis dapat lahir dari kreativitas sederhana, lalu berkembang menjadi produk bernilai jual tinggi.

Beberapa mahasiswa yang datang ke stand mengatakan bahwa mereka terinspirasi oleh pendekatan Arara Art yang menggabungkan seni, kepekaan visual, dan ketekunan. “Ternyata bisnis kreatif itu bukan sekadar jualan barang, tapi juga tentang bagaimana kita memaknai prosesnya,” ujar salah satu mahasiswa.

Kolaborasi Seni dan Entrepreneurship

Di tengah rangkaian acara yang dipenuhi pertunjukan UKM Theater, Resonance, dan Task Force Sakura, stand Arara Art menjadi pengingat bahwa seni tidak hanya muncul di panggung—tetapi juga pada benda kecil yang dibuat dengan hati.

Gramedia Goes to Campus tahun ini menekankan bahwa karya manusia punya kedalaman yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Keberadaan Arara Art menjadi bukti nyata bahwa seni kerajinan tangan masih memiliki tempat kuat di dunia entrepreneurship modern.

Sebagaimana tema acara tahun ini, Gramedia dan Universitas Ciputra ingin menegaskan bahwa jiwa bisnis yang baik lahir dari kreativitas, emosi, dan ketulusan berkarya—nilai-nilai yang telah lama menjadi fondasi Arara Art dalam setiap produknya.